FDLW | Chapter 0.1a

---------------------------------------------------
Back | ToC | Next
---------------------------------------------------


"Gahh!!! Ending macam apa ini?!"

Noah, fudanshi kelas kakap, tengah mengacak-acak surai hitamnya dengan gemas, di hadapannya, seonggok layar tak bersalah menampilkan sebuah laman novel online. Pencahayaan yang hanya berasal layar tersebut tak mengganggu pemuda tersebut.

"Dasar Author sialan! Padahal tidak ada Tag Angst di novelnya!" Lalu dengan masih mencaci maki, ia mengklik kotak komentar dan mengeluarkan une-uneknya ke dalam kotak persegi panjang virtual itu. Setelah selesai, ia mengklik tanda kirim dan mematikan komputernya.

Menguap, ia menoleh ke arah jam dinding yang bertengker manis di dinding kamar minimalisnya. Jarum yang berada di jam tersebut menunjukkan pukul 3 pagi. Seharusnya semua orang sudah tidur di jam-jam segini. Kecuali orang-orang dunia 'malam' dan Noah.

Hanya demi membaca chapter terakhir dari novel kesukaannya yang memang selalu di update jam 2 pagi. Karena itu, ia yang biasanya jam 8 malam sudah tidur terpaksa untuk terjaga hingga novel kesukaannya update. Hanya untuk di kecewakan oleh ending dari ceritanya itu. Entah memang begitu jalan ceritanya, atau sang Author hanya ingin melihat reaksi dari pembaca setianya, tapi hal ini tetap tidak bisa memungkiri plot-twist yang sangat absurd dari novel tersebut.

Padahal, chapter-chapter sebelumnya termasuk ke dalam kategori ringan. Dengan uke yang manis dan percaya diri juga seme yang cool dengan hati hello kitty. Awalnya mereka termasuk pasangan ideal, penuh cinta dan kepercayaan. Walaupun ada rintangan disana-sini, hal ini masih termasuk kecil. Hingga tiba-tiba sang uke mengetahui bahwa semenya selingkuh. Dimulailah plot-twistnya. Hidup mereka yang awalnya damai berubah menjadi kacau. Selingkuhan yang datang dan mengancam sang uke, kehamilan sang selingkuhan, dan berbagai macam skenario yang biasanya muncul di sinetron dan drama. Hingga puncaknya, di chapter terakhir yang di publish malam ini. Sang uke secara tiba-tiba memutuskan untuk bunuh diri!

Bagaimana Noah tidak dongkol dengan ending ngawur seperti ini. Akhirnya, lelah karena tidak ada yang menanggapi cacian dan marahannya, ia dengan pasrah tidur untuk malam itu. Biarlah para teman fujo dan fudannya yang menjadi korban mulutnya besok pagi.

Ah, namun jika dipikir-pikir lagi, besok ia mulai masuk kerja setelah libur tahun baru. Jadi sepertinya ia tidak akan bisa mengeluarkan unek-uneknya di pagi hari. Noah mendesah pasrah, dan memutuskan akan mengeluarkan unek-uneknya setelah ia pulang kerja. Memikirkan bagaimana esok pagi ia berangkat ke kantornya dengan mood yang hancur, membuatnya menekukkan wajahnya.

Dan juga, dengar-dengar besok akan ada inpeksi dari kantor pusat, dan parahnya lagi, CEO perusahaannya yang akan datang. Semoga saja besok ia tidak menyinggung orang-orang besar dari pusat. Memikirkan apa yang akan terjadi padanya jika ia menyinggung orang-orang itu membuat bulu kuduknya merinding. Noah pun memilih tidur daripada memikirkan esok pagi yang hanya akan membuat mentalnya tertekan. Dan akhirnya Noah pun tertidur tepat jam 4 pagi. Semoga saja besok dia tidak kesiangan ya.

---------------------------------------------------
Back | ToC | Next
--------------------------------------------------- 
 
 Nah, nah, gimana? ini baru prolog ya XD jangan lupa di like dan berlangganan ya, jadi nggak ketinggalan update selanjutnya XD

Komentar

Postingan Populer